Rabu, 23 Juni 2021

Corona Menahan Langkahku Ke Sekolah

 Haiii … aku Jei, siswa SMP Kemasyarakatan Ndoso. Sekilas aku akan mengisahkan tentang langkahku dalam meraih mimpi meskipun dibelenggu pandemi virus corona. 

Jarak dari sekolah ke rumahku kurang lebih 1 km. Meskipun setiap harinya aku dan teman-temanku melewati jalanan tanjak dan berliku untuk sampai ke sekolah, namun tak menyurut semangat kami untuk menuntut ilmu di sekolah. Aku menjalaninya dengan sukacita dan riang gembira. Banyak hal yang kuperoleh dari setiap langkahku menuju sekolah meskipun menyusuri aspal berbatu dan rusak parah. Aku termotivasi bahwa untuk mencapai kesuksesan, mesti melewati rintangan dan tantangan berarti. 

***

Musim pun silih berganti. Musim itu pula yang mengantarku hingga sampai pada hari ini. Akhir-akhir ini, virus corona menjadi topik perbincangan di sekolah. Pandemi corona meyebabkan kepanikan bagi sekolah dan masyarakat. Televisi nasional dan berbagai sosial media ramai membicarakan pandemi ini. Guru-guru di sekolah selalu menganjurkan kami untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. 

“Selamat siang semuanya,” sahut pak Sipri sebelum memberi mandat kepada seluruh siswa menjelang pulang.

“Selamat siang juga pak,” jawab kami serempak, menyahut pak Sipri, kaur kurikulum sekolah kami.

Pak Sipri memberi pengumuman kepada para siswa. “Anak-anak saat ini negara kita sedang berada dalam masa kritis. Tadi pagi 

sekolah kita mendapat surat dari dinas pendidikan setempat. Surat itu berisi: bahwa untuk mencegah penyebaran virus corona dan menjaga keselamatan kita, maka dalam waktu yang tak ditentukan kita akan menerapkan sistem belajar dari rumah (BDR). Sekolah tidak menerapkan sistem pembelajaran online diakibatkan sebagian besar wilayah kita belum terjangkau jaringan telepon dan internet. Kita juga terkendala oleh tidak tersedianya listrik serta peralatan Informasi dan Komunikasi di beberapa tempat.” 

“Oleh karena itu, silahkan kalian pulang ke rumah masing-masing. Nanti ibu bapak guru akan mengunjungi kalian untuk memberikan materi dan tugas. Beberapa waktu ke depan, kalian belajar di rumah dulu. Sekian dan terima kasih, hati-hati di jalan.” Penegasan lanjut dari pak Sipri.

Aku dan teman-temanku melanjutkan perjalanan menuju rumah. Sesampainya di rumah aku menceritakan semua ke ibu dan ayah tentang apa yang telah disampaikan pak Sipri di sekolah. Ayahku kelihatannya keberatan dengan kebijakan tersebut.

“Nu, jika memang seperti itu. Siapa yang akan mengajar kamu? Bukankah ilmu itu perlu dijelaskan? Tidak cukup dengan memberi materi dan tugas saja. Apalagi ayah sama ibu setiap hari harus ke kebun, berangkat pagi pulang sore.” Ayah mengutarakan kekesalannya dengan raut wajah kesal.

“Bapak, bagaimanapun juga pemerintah dan pihak sekolah telah mempertimbangkannya dengan matang. Tentu kebijakan itu yang terbaik untuk anak kita. Apakah bapak mau anak kita keselamatannya terancam ?” Ibu membantah ayah.

“Betul apa yang disampaikan ibu, yah. Kita harus mengutamakan keselamatan nyawa.” Aku meneruskan maksud ibu.

“Ya udah, ayah tidak permasalahkan lagi nu. Asalkan kamu belajar dengan giat dan tekun ya. Nanti, jika kurang dipahami, boleh belajar sama ayah atau ibu ya. Ayah dan ibu akan selalu siap menjadi guru bagi anak semata wayang ayah ibu yang cantik.” Tegas ayah menguatkan aku.

“Terima kasih ayah dan ibu,” jawabku dengan raut wajah bahagia. Ayah dan ibu tersenyum manja padaku, sembari kompak memeluk hangat tubuhku. 
“Ia anak sayang,” sahut mereka serempak.
Aku menyadari bahwa, proses tak pernah mengkhianati hasil, begitu juga sebaliknya. Orangtuaku adalah guruku juga, rumahku 
adalah sekolahku juga. Semuanya kembali kepada motivasi diri sendiri. Akhir kata, semoga negaraku lekas sembuh dari belenggu corona, sehingga langkahku menuju sekolah tak tertahan lagi oleh corona.
Sekian….

Karya Jay
Siswa SMP Kem. Ndoso

Minggu, 17 Januari 2021

Antara Bahagia & Sedih, Pembukaan Pesta Emas/ HUT ke-50 SMP Kemasyarakatan Ndoso

Pembukaan HUT ke-50 SMP Kem. Ndoso Tentang diselenggarakan pada Jumat, 15 Januari 2020. Panitia dalam perayaan ini adalah guru-guru SMP Kemasyarakatan Ndoso. Puncak HUT rencananya akan berlangsung pada bulan Mei 2021. HUT kali ini dilaksanakan bersamaan dengan acara perutusan P Yulius F. Kurniawan menuju Roma-Italia untuk melanjutkan studi. Berbeda dengan acara HUT sebelumnya, HUT kali ini dibatasi oleh mekanisme pembatasan sosial berskala besar akibat semakin ganasnya pandemi covid 19 sehingga hanya mampu dirayakan secara sederhana tanpa dimeriahkan banyak orang. Meskipun konsep acaranya sederhana, perayaan HUT tetap saja bermakna bagi segenap keluarga besar yayasan dan SMP Kem. Ndoso.

Acara dimulai dengan atraksi Marching Band SMP Kem. Ndoso dengan lagu Semua Bunga Ikut Bernyanyi, Mars SMP Kem. Ndoso dan lagu selamat ulang tahun. Setelah atraksi marching band, dilanjutkan dengan misa syukur atas HUT ke-50. Misa itu dipimpin langsung oleh Pater Andre Bisa OFM (Pastor Paroki Tentang), Pater Yulius Kurniawan OfM, dan Pater Andry Djipto, OFM (Kepala Sekolah SMP Kem. Ndoso) dan dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat serta Para Guru dan siswa SMP Kem. Ndoso.

Acara pemotongan kue Ulang Tahun dan resepsi bersama dilaksanakan tepat setelah misa. Acara tersebut dihadiri oleh para guru dan Kepala Sekolah, Br. Damasus Lekan Udjan, OFM.M.Pd (Ketua Yayasan), pastor paroki Tentang, Kepala Desa Tentang, Ketua Komite yang mewakili orangtua siswa, beberapa suster sfsc, dan beberapa undangan yang mewakili alumni dan tokoh masyarakat.

Perayaan HUT ke-50 kali ini  menghadirkan kesan tersendiri bagi segenap Keluarga Besar lembaga, dimana kesan bahagia memadu bersama isak sedih. Pater Feri sebentar lagi akan diutus menuju Roma. Berbagai momen kebersamaan dengan P Feri OFM selama 1 tahun lebih tentunya masih melekat di benak setiap insan keluarga besar lembaga dan paroki. Sebagai bendahara yayasan, pembina asrama sekolah dan seniman, banyak hal telah diberikan pater. Spirit Fransiskan menggelora dalam jiwa dan tindakannya. Mulai dari memanusiakan manusia, pelopor maju dan berkembangnya infrastuktur paroki dan asrama serta mederator utama OMK Paroki Tentang. Antara HUT dan perutusan P Feri itu ibarat dua sisi hati yang yang saling bertentanagan.

Ketua Yayasan, kepala sekolah, ketua komite dan beberapa tokoh masyarakat melalui sambutan, selain mengucapkan selamat ulang tahun dan mengutarakan harapan serta cita-cita besar mereka untuk SMP, mereka juga mengucapkan salam perpisahan dan memberikan nasehat-nasehat mulia kepada P Feri. 

Akhir kata, semoga di usia emas ini, SMP Kem. Ndoso semakin banyak mencetak generasi yang cerdas, berintelektual, baik budinya, kaya ilmu dan juga mampu menerapkan dalam kehidupan sosial bermasyarakat, serta dapat menjadi teladan bagi sesamanya, baik di masa kini juga masa yang akan datang. 

Link video: https://youtu.be/2cQtsH1dnqc

Moment yang diabadikan


P Andry H. Djipto OFM,ST,SS
Kepala Sekolah






Bpk. Martinus Mboe
Ketua Komite

P Yulius F. Kurniawan, OFM

Br. Damasus Lekan Udjan, OFM.M.Pd
Ketua Yayasan

Rabu, 13 Januari 2021

SMP Kemasyarakatan Ndoso Rayakan Pancawindu

http://number-footing.blogspot.com/2011/02/smp-kemasyarakatan-ndoso-rayakan.html?m=1 

Lokakarya Pertanian Organik, SMP Kemasyarakatan Ndoso

Lokakarya Pertanian Organik SMP Kem. Ndoso
Lokakarya Pertanian Organik
SMP Kemasyarakatan Ndoso - Melaksanakan lokakarya pertanian Organik. Lokakarya pertanian organik ini bertujuan untuk merubah pandangan generasi muda tentang profesi petani yang kerap kali dianggap nasib sial. 

Pater Andre Bisa,OFM sebagai salah satu pemateri & penggagas, memberikan sebuah pesan yakni "Menjadi Petani itu bukan Nasib melainkan Panggilan". Petani menjadi pilihan yang mungkin serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi apabila didasari oleh pengetahuan yang mempuni dalam mengolah dan memanajemennya.

Adanya lokakarya ini juga, mampu menarik minat siswa di sektor pertanian, lebih khusus pertanian organik. 

SMP Kemasyarakatan Ndoso, memasukan pertanian ke dalam kurikulum sekolah.  Penerapan program Pertanian Organik Masuk Sekolah sebagai materi pembelajaran siswa dianggap penting untuk mengatasi masalah regenerasi petani, serta mampu meningkatkan kuliatas petani di masa depan. Hal ini didukung oleh infrastuktur yang mempuni dimiliki oleh SMP Kemasyarakatan Ndoso. Mulai dari mesin pengolah pupuk, handtraktor, kebun sekolah yang luas, adanya balai konservasi & tanaman pangan, dll.

Proses pendidikan seperti ini perlu diinisiasi sejak SMP melalui berbagai aktivitas pertanian berupa kurikulum kecakapan hidup (lifeskill) atau pembelajaran ekskul sekolah.

Pater Andre Bisa, OFM dan bang Aris (staff ekopastoral), dalam materinya menegaskan beberapa poin penting, yaitu:

1. Dengan memahami jiwa dan semangat gerakan pertanian organik, peserta lokakarya diyakinkan bahwa: (1) pertanian organik merupakan jalan terang untuk membela petani, alam dan kehidupan; (2) pertanian organik merupakan gerakan moral utk menghargai (to respect), melindungi (to protect), (3) memenuhi kebutuhan (to fullfil).

2. Peserta lokakarya dapat memahami: tugas khas seorang petani, hal yg menarik dari profesi petani, dan hal yg tidak menarik dari profesi petani.

3. Peserta lokakarya mampu mengenali dan mempraktikkan pembuatan pupuk organik utk menunjang kemandirian petani.

4. Peserta lokakarya mampu mengenali sistem dan proses budidaya tanaman pangan dan hortikultura secara organik.

The organic way all on harmony.  Jangan takut menjadi petani. Menjadi petani itu bukan nasib melainkan panggilan. Panggilan untuk menjaga bumi rumah kita bersama. Salam Organik.

Link Youtube https://youtu.be/bOUOsDdYYU4

Pemateri

Pater Andre Bisa, OFM